Jumat, 19 Januari 2018

Seni Lukis

Pengertian Seni Lukis

            Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa yang tercipta dari hasil imajinasi seniman yang diekspresikan melalui media garis, warna, tekstur, gelap terang, maupun bidang dan bentuk. Seni lukis disajikan dalam bidang dua dimensi seperti kanvas, papan, kertas, dan lainnya. Karya dari seni lukis ini disebut dengan lukisan.

Hal-hal yang diperlukan dalam seni lukis
1.   Bahan
Pada dasarnya setiap medium atau bahan memiliki dua sifat dasar, yaitu:
Sifat fisik, medium dapat dilihat dengan mata, permukaannya bias kasar atau halus, keras, lunak, mudah pecah, bersifat elastis dan lainnya.
Dalam sifat elastic adalah sifat keindahan yang memiliki setiap medium berbeda. Nilai estetika lukisan menggunakan medi cat minyak tentu akan berbeda dengan lukisan yang menggunakan media cat air. Setiap bahan yang dipilih untuk karya seni lukis memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Hal ini tidak menunjukkan bahan yang satu lebih baik dibandingkan yang lainnya. Pemilihan medium tidak menentukan artistic dan mahalnya suatu karya tersebut. Kreatifitas dan bakat seniman yang lebih mempengaruhi kualitas karya yang dihasilkan.
2.   Alat
Pemilihan alat yang baik adalah alat yang dipilih harus sesuai dengan medium yang digunakan. Alat yang digunakan dalam seni lukis sama dengan peralatan menggambar pada umumnya yaitu cat air, pensil, cat poster, pensil warna, pastel, kuas, crayon, cat akrilik, dan sebagainya.

Semoga bermanfaat ya guys...


Berikut di bawah ini adalah contoh seni lukis :

Seni Lukis menggunakan kanvas




Sumber : foto pribadi

Kesenian


Seni Ukir



Pengertian Seni Ukir
Hay guys, kalian tau seni nggak? Pastinya kalian tahu dong seni. Pengertian seni itu menurut versi orang lain berbeda-beda. Saya akan menjelaskan mengenai seni ukir. Seni ukir atau ukiran adalah tampilan atau susunan dari gambar hiasan dengan bagian-bagian cekung (kruwikan) serta bagian-bagian cembung (buledan) yang menyusun suatu gambar yang indah. Pengertian ini tersebut berkembang hingga dikenal sebagai seni ukir yang merupakan seni yang membentuk gambar pada kayu, batu, atau bahan-bahan lainnya. Bangsa Indonesia tersebut mulai mengenal seni ukir sudah sejak zaman batu muda (Neolitik), yaitu sekitar tahun 1500 SM. Pada zaman itulah nenek moyang bangsa Indonesia telah berhasil membuat ukiran pada kapak batu, tempaan tanah liat atau bahan lain yang berhasil ditemukan.
Motif dan pengerjaan ukiran pada zaman itu sendiri masih sangat sederhana. Umumnya ukiran bermotif geometris yang berupa garis, titik, serta lengkungan, dengan bahan tanah liat, batu, kayu, bambu, kulit, atau tanduk hewan Pada zaman yang lebih dikenal sebagai zaman perunggu, yaitu berkisar antara tahun 500 hingga 300 SM. Bahan untuk membuat ukiran sendiri telah mengalami perkembangan ia telah memakai bahan perunggu, emas, perak dan bahan lainnya. Dalam pembuatan ukiran tersebut memakai teknologi cor.


Berikut di bawah ini contoh Seni Ukir  pada atas pintu terdapat ukiran yang menarik :

Sumber : foto pribadi




Selain itu adapun contoh lainnya yakni pada pintu rumah ukiran Bali. Di atas pintu terdapat ukiran menarik yaitu ukiran Bali dan dikelilingi warn putih.

Sumber : foto pribadi




Terdapat perbedaan dalam ukiran Bali yaitu dilihat dari pintu kecil seperti jendela rumah.





Senin, 08 Januari 2018

Makanan Tradisional Khas Bali

AYAM BETUTU


     Hay guys, kalian pasti mengenal makanan tradisional khas Bali yang satu ini. Nama makanan tradisional khas Bali yaitu Ayam Betutu. Berikut akan saya jelaskan. Ayam Betutu makanan khas Bali, Pulau Bali selain terkenal dengan pesona keindahan tempat wisatanya seperti  Pantai Kuta, Tanah lot, Bedugul dan Sanur ternyata juga menyimpan kenikmatan makanan khas Bali yaitu Ayam Betutu. Ayam betutu adalah makanan dari daging ayam yang di isi dengan bumbu rempah-rempah tradisional khas Bali kemudian di panggang dalam bara api. Ayam Betutu sangat terkenal di Pulau Bali selain sebagai makanan khas, ayam betutu juga merupakan makanan untuk sajian pada upacara-upacara keagamaan umat hindu di pulau Bali.

     Banyak  wisatawan yang datang ke pulau Bali, baik itu wisatwan lokal maupun manca Negara yang sangat tertarik dengan kuliner ayam betutu, selain menikmati indahnya panorama Bali para wisatawan juga menikmati lezatnya makanan khas Bali ayam betutu. Banyak daerah di Bali yang sangat terkenal dengan masakan ayam betutu seperti ayam betutu gilimanuk, ayam betutu juga menjadi menu makanan di setiap hotel dan restoran di Bali jadi anda akan sangat mudah untuk menemukan makanan tersebut. Ayam betutu merupakan kuliner yang akan mengundang selera selain tampilannya yang indah, rasa dan aromanya sungguh menggoda setiap orang yang melihatnya. Dagingnya yang empuk dan tekstur ayam panggang dengan bumbu rempah akan menambah selera makan anda, sehingga pantas rasanya makanan ayam betutu sebagai makanan khas untuk daerah seindah pulau Bali.

     Untuk membuat makanan Ayam betutu yang cukup lezat itu kami akan memberikan resep khusus bagi anda semua untuk anda coba di rumah. Berikut resep ayam betutu yang cukup terkenal yaitu resep ayam betutu gilimanuk, kami akan memberikan resep , cara memasak dan bahan-bahan untuk membuat ayam betutu.

          Bahan-bahannya:

1 Ekor Ayam yang masih segar
100 Gram Daun singkong rebus dan potong kecil-kecil
Minyak Goreng

         Bumbu-bumbunya:

10 Buah Bawang Merah
3 Siung Bawang Putih
4 buah cabe merah dan cabe rawit
4 buah kemiri
1 cm lengkuas, jahe
1 batang serai
1 sendok makan bubuk pala
2 cm kencur
Garam secukupnya.

  • Cara memasak Ayam betutu

Haluskan semua bumbu dan campur dengan garam setelah itu tumis bumbu dengan minyak goreng, lumuri ayam dengan bumbu tersebut dan campurkan potongan daun singkong dengan bumbu aduk merata dan masukan kedalam belahan tubuh ayam tersebut. Kukus ayam dengan balutan daun singkong sampai matang, angkat dan bakar ayam saat masih dibungkus daun singkong.


       Makanan khas Bali ayam betutu adalah salah satu makanan khas Indonesia yang sangat terkenal hingga luar negeri karena kelezatannya bahkan turis mancanegara sangat menyukai makanan ini, tidak ada salahnya bagi anda yang sedang berwisata ke pulau Bali untuk sambil menikmati ayam betutu yang sangat terkenal ini. Semoga artikel tentang ayam betutu makanan khas Bali ini bisa membantu anda semua dalam mencari makanan yang lezat serta berwisata kuliner.
Semoga bermanfaat ya guys...
Sumber : http://makananjalan.blogspot.co.id/2015/05/ayam-betutu-makanan-khas-bali.html


Tradisi Unik


PEMENTASAN BARONG SOMI SEBAGAI PENDUKUNG CITYTOUR DI KOTA SEMARAPURA

  • Menganal City Tour

Tidak banyak ahli pariwisata yang mengungkapkan definisi dari city tour atau pariwisata perkotaan. Adriani (2011) mengutip pendapat Klingner dan Inskeep untuk mendefinisikan city tour atau pariwisata perkotaan ini. Klingner mendefinisikan pariwisata perkotaan secara sederhana sebagai sekumpulan sumber daya atau kegiatan wisata yang berlokasi di kota dan menawarkannya kepada pengunjung dari tempat lain. Sedangkan Inskeep menekankan pada peran pariwisata dalam perkotaan sebagai bentuk wisata yang sangat umum terjadi di kota-kota besar dimana pariwisata mungkin penting tapi bukan aktivitas utama daerah perkotaan.
Mengacu pada definisi yang telah dikemukakan di atas, secara lebih luas city tour dapat didefinisikan sebagai bentuk umum dari pariwisata yang memanfaatkan unsur-unsur perkotaan (bukan pertanian) dan segala hal yang terkait dengan aspek kehidupan kota (pusat pelayanan dan kegiatan ekonomi) sebagai daya tarik wisata. City tour tidak selalu berada di wilayah kota atau pusat kota, namun dapat berkembang di wilayah pesisir, misalnya dengan mengembangkan hal-hal yang terkait perkotaan sebagai daya tarik wisatanya.
Selanjutnya Adriani (2011) juga mengutip berbagai tipologi city tour yang dikemukakan oleh Page sebagai berikut:
1.      Ibu kota (Paris, London, New York, Jakarta, Bandung) dan kota budaya (Roma, Yogyakarta).
2.      Pusat metropolitan (Jakarta), kota sejarah (Rengasdengklok), dan kota-kota pertahanan.
3.      Kota-kota sejarah yang besar (Oxford, Chambridge, Venice, Jakarta).
4.      Daerah dalam kota (Manchester).
5.      Daerah waterfront yang direvitalisasi (London Dockland, Taman Impian Jaya Ancol).
6.      Kota-kota industri (Bradford, Bekasi, Karawang).
7.      Resor tepi laut (Pangandaran) dan resor olahraga musim dingin (Lillehamer).
8.      Kawasan wisata hiburan (Disneyland, Las Vegas, Taman Impian Jaya Ancol).
9.      Pusat pelayanan wisata khusus (destinasi ziarah, spa : Lourdes, Cirebon, Demak).
10.  Kota seni/budaya (Florence, kota-kota di Bali, Bandung).
Dari berbagai tipologi di atas, city tour kota Semarapura tergolong kota seni atau budaya. Sebagai kota seni atau budaya, program city tour ini sarat dengan upaya konservasi aset budaya, tangible maupun intangible. Pada konsep kota budaya ini, wisatawan memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat budaya di kota.

  •  Mengenal Tari Barong

Tari Barong adalah tarian khas Bali yang berasal dari khazanah kebudayaan Pra-Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya (Anjasuari, 2017). Keistimewaan Tari Barong terletak pada unsur-unsur komedi dan unsur-unsur mitologis yang membentuk seni pertunjukan. Unsur-unsur komedi biasanya diselipkan di tengah-tengah pertunjukan untuk memancing tawa penonton. Tari Barong Bali ini juga memiliki makna spiritual di dalamnya.
Asal usul tari Barong masih belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa versi sejarah yang menceritakan tentang sejarah tentang awal terbentuknya Tari Barong ini. Pertama dari mitologi Hindu yang menjelaskan bahwa barong diambil dari kata Bahruang dalam bahasa Sanserketa merupakan binatang yang dianggap memiliki kekuatan gaib dan sering disebut sebagai pelindung kebaikan. Ada juga yang menyebutkan, Tari Barong awalnya merupakan perwujudan dari penguasa alam gaib yang ada di Bali. Pada saat itu masyarakat Bali menggunakan Tari Barong ini untuk mengusir gangguan makhluk gaib yang ada disana. Walaupun banyak versi yang menyebutkan tentang sejarah Tari Barong ini, masyarakat Bali masih mempercayai bahwa Tari Barong merupakan warisan nenek moyang yang dianggap sakral dan memiliki nilai-nilai spiritual di dalamnya.
Unsur mitologis inilah yang membuat Barong disakralkan oleh masyarakat Bali. Selain itu, Tari Barong juga seringkali diselingi dengan Tari Keris (Keris Dance), dimana para penarinya menusukkan keris ke tubuh masing-masing layaknya pertunjukan debus. Ada beberapa jenis barong di Bali yaitu barong keket atau barong ket, barong landung, barong macan, barong bangkal, barong brutuk, dan barong kedingling, barong asu, dan barong gajah. Setiap jenis barong tersebut tentunya memiliki cerita dan cara menari yang berbeda-beda. Namun yang paling sering ditampilkan untuk para wisatawan disana adalah barong ket, karena memiliki kostum dan tarian yang lengkap. Dalam tari barong ket ini, tariannya dikemas dalam sebuah drama atau cerita tradisional yang menceritakan tentang pertarungan abadi antara kebaikan dan kejahatan. Pertunjukan tari barong ini ket ini biasanya ditampilkan dengan selingan unsur humor yang dapat membuat penonton terhibur. Dengan gamelan khas Bali yang membuat pertunjukan semakin meriah dan lebih hidup.

            Pertunjukan Tari Barong yang sakral biasanya bertujuan untuk menetralisir kekuatan negatif yang ada di sekitar lingkungan masyarakat sehingga masyarakat dapat merasakan ketentraman dan kenyamanan di dalam kehidupannya. Dalam hal ini menjaga hubungan harmoni antara budaya Bali dengan agama Hindu, dengan tidak menggunakan Barong asli dalam pertunjukan yang dipertontonkan untuk wisatawan melainkan menggunakan Barong duplikat (profan dan tidak asli) yang khusus dibuat untuk seni tari pariwisata, di samping adanya pengurangan ritus-ritus semestinya yang ada di Tari Barong yang disakralkan, dan komunikasi verbal dalam pertunjukan diminimalkan, kemudian diganti dengan komunikasi nonverbal (Pitana, 2006).

Sumber :
Adriani. 2011. Pariwisata Perkotaan : Teori dan Konsep. Tersedia dalam http://tentangpariwisata.blogspot.co.id/2011/01/pariwisata-perkotaan-teori-dan-konsep.html.
Anjasuari. 2017. Pertunjukan Tari Barong Sebagai Atraksi Wisata di Desa Pakraman Kedewataan kec amatan Ubud Kabupaten Gianyar. Jurnal Penelitian Agama Hindu Vol 1 No 1 tahun 2017.
Pitana. 2006. Industri Budaya dalam Pariwisata: Reproduksi, Presentasi, Konsumsi dan Konsentrasi, dalam Bali Bangkit Bali Kembali. Denpasar: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia dan Universitas Udayana.




Lampiran









Rabu, 15 November 2017

Penjor Sederhana Bernuansa Alami

Penjor sederhana

            Hari Raya Galungan identik dengan penjor yang dipasang di tepi jalan atau di depan rumah, menghiasi jalan raya yang bernuansa alami. Penjor adalah bambu yang dihias sedemikian rupa sesuai tradisi masyarakat Bali setempat. Hari Raya Galungan adalah hari umat Hindu memperingati terciptanya alam semesta jagad raya beserta seluruh isinya, serta merayakan kemenangan kebaikan (dharma) melawan kejahatan (adharma). Sebagai ucapan syukur, umat Hindu memberi dan melakukan persembahan pada Sang Hyang Widhi dan Dewa Bhatara (dengan segala manifestasinya). Dalam membuat penjor dilakukan pada saat Penampahan Galungan. Penampahan Galungan jatuh pada hari Selasa Wage wuku Dungulan. Umat Hindu disibukkan dengan pembuatan penjor sebagai ungkapan syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas segala anugrah yang diterima.
Penjor tersebut dibuat dari batang bambu melengkung yang diisi hiasan sedemikian rupa. Selain membuat penjor umat hindu juga menyembelih babi yang dagingnya akan digunakan sebagai pelengkap upacara, penyembelihan babi ini  mengandung makna simbolis membunuh semua nafsu kebinatangan yang ada dalam diri manusia. Kepercayaan umat hindu pada umumnya, hari Penampahan Galungan ini para leluhur akan mendatangi sanak keturunannya yang ada di dunia. Oleh karena itu masyarakat Bali membuat suguhan khusus yang terdiri atas nasi, lauk-pauk, jajanan, buah, kopi, air, lekesan (daun sirih dan pinang) atau rokok yang ditujukkan kepada leluhur yang “menyinggahi” mereka di rumahnya masing-masing. Seperti penjor sederhana yang ada di bawah ini berikut tahap-tahap pembuatannya :





































Selasa, 14 November 2017

Membuat Hiasan

Penampahan Galungan
“Membuat hiasan atau gantungan”
          Penampahan Galungan, semua umat hindu membuat hiasan atau gantungan yang akan diletakkan pada setiap pelinggih. Ketika penampahan Galungan umat hindu banyak sibuk membuat banten, penjor, lawar, bahkan membuat persembahan lainnya. Persiapan yang dilakukan yaitu saat penampahan Galungan dan esok hari menyambut hari kemenangan dharma melawan adharma tidak lain disebut Hari Raya Galungan. Tempat tinggal di Desa Pemaron cara membuat dengan khas dari Singaraja-Bali, tak lupa disampaikan cara membuat hiasan atau gantung-gantungan sederhana yang akan di letakkan setiap pelinggih, dan berikut dibawah ini akan saya jelaskan: 
1.   Siapakan busung terlebih dahulu.



      2.   Ambil pisau kemudian potong sesuai keinginan dan harus seni.

3            
                    3.   Kemudian jahit menggunakan semat.




4
   
                      4.   Pada bagian depan terlihat seperti gambar di bawah ini
5.      

                5.   Pada bagian atas di jahit seperti gambar di bawah ini.


         6.   Hiasan atau gantung-gantungan sudah siap untuk di letakkan. Gantung-gantungan ini dibuat menjadi 3, gambar di bawah ini untuk di bagian tengah dan untuk bagian kiri dan kanan akan di hiasi dengan bunga.


      7.   Gambar di bawah adalah gantung-gantungan yang sudah selesai dibuat lengkap.


Opini

Toleransi Antarumat Beragama Cerminan Bhineka Tunggal Ika
Oleh
Luh Ade Widiantari

            Umat beragama adalah umat yang saling menghargai, menghormati, dan mampu beradaptasi dengan umat beragama lainnya dengan baik menurut sudut pandang agama dan dianutnya. Toleransi antarumat beragama juga berpengaruh terhadap cerminan dari Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Begitu arti simbol dari Bhineka Tunggal Ika. Arti simbol tersebut dapat diubah dan saat ini arti simbol sudah dikenal di seluruh penjuru Indonesia. Toleransi adalah suatu sikap atau perilaku yang saling menghormati dan saling menghargai antarkelompok atau antarindividu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Toleransi antarumat beragama dimulai dari diri sendiri agar terciptanya saling menghormati dan menghargai antarumat beragama lainnya.
             Menurut A. A. Gede Ngurah mengatakan toleransi yang diterapkan sangat tinggi untuk umat agama lainnya. A. A. Gede Ngurah sebagai kelian Pura Taman Sari sudah masa jabatan 8 tahun. Menjabat kelian Pura tidak mudah. Banyak perubahan yang dilakukan demi perubahan Pura Taman Sari. Ratusan tahun yang lalu pura sudah berdiri, tetapi sebelumnya bernama Pura Gerojogan, kemudian berubah nama menjadi Pura Taman Sari sejak 1968. Pura Gerojogan yang saat itu terkenal sakralnya di Buleleng tahun 1801. Masjid belum didirikan hanya pura yang lebih dahulu ada di Jalan Pulau Selayar. Selain itu, fenomena dari Pura Taman Sari disungsung oleh Subak Kayupas. Pura Pamayun Banyuning juga nunas tirta di Pura Taman Sari serta melakukan persembahyangan. Banyak masyarakat yang percaya dengan Pura Taman Sari dan masyarakat selalu berdatangan melakukan persembahyangan termasuk mahasiswa Undiksha.
A.A. Gede Ngurah menjadi kelian pura telah membuat Pura Taman Sari menjadi lebih baik. Mulai dari patung, piasan, dan adanya wantilan. “Dilihat dari tahun sebelumnya, Pura Taman Sari tidak ada perubahan karena kelian pura beda pemikiran dengan kelian yang sekarang,” jelas Gede Ngurah. Masyarakat mulai berbaur dengan umat agama lainnya dan ingin mendirikan sebuah masjid di dekat Pura Taman Sari. A.A. Gede Ngurah mengatakan pembangunan masjid telah disetujui dan ia juga memberikan toleransi terhadap umat agama Islam. A.A. Gede Ngurah sangat terbuka dengan masyarakat sehingga ia menerapkan sistem toleransi yang baik dan benar, serta ia memberikan pelajaran kepada generasi muda saat ini. Moh. Bakri (53) adalah seorang pengurus masjid di Jalan Pulau Selayar 21 dan berasal dari Madura. Menjadi pengurus masjid sejak tahun 1978 hingga sekarang. Menurut Moh. Bakri yang merupakan pengurus Masjid di Jalan Pulau Selayar 21 mengatakan bahwa zaman dulu masyarakat menyebut sebagai musolla bukan masjid. Ketika musolla yang berdiri sejak tahun 1942 itu berubah nama menjadi Masjid Al-Maimuni.
Masyarakat hidup rukun dan damai tanpa adanya masalah karena masyarakat menerapkan sistem toleransi yang dikatakan oleh A.A. Gede Ngurah, yaitu kejujuran, kebaikan, dan kebenaran. Selain itu, masyarakat di sana membangun usaha tempe dan tahu. Usaha tersebut terkenal sehingga banyak mahasiswa yang berkunjung dan melakukan observasi mengenai cara pembuatan tempe, tahu. Akhirnyya,  hasil observasi dijadikan sebuah penelitian oleh mahasiswa. Moh. Bakri mengatakan bahwa mahasiswa tidak hanya berkunjung cara membuat tahu dan tempe, tetapi mahasiswa juga berkunjung ke Pura Taman Sari untuk bergotong royong. Pada akhirnya Masjid Al-Maimuni dan Pura Taman Sari menjadi satu di Jalan Pulau Selayar sampai saat ini.
Pura dan masjid dekat dengan pantai. Masyarakat mulai beradaptasi dengan  lingkungan mereka masing-masing. Menurut Moh. Bakri ketika umat Islam membuat acara besar, seperti Idul Fitri, sebagian warga memotong hewan kurban. Setelah mereka memotongnya, kemudian warga memberikan kepada umat lain dalam bentuk silaturahmi. Sebaliknya umat Hindu memiliki acara yang besar, seperti perkawinan umat lain mengadakan kunjungan. Begitu juga saat umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan, umat Hindu umat lain ikut membantu menertibkan parkir meskipun sudah ada pecalang yang mengatur. Seiring berjalannya waktu, hal itu sering dilakukan agar tidak terjadi pertentangan antarsesama umat agama lainnya dan selalu terjalin hubungan yang rukun serta harmonis. Moh. Bakri mengatakan selama tinggal bersama dengan umat agama lain tidak pernah terjadi konflik atau pertentangan. Mereka menjalaninya dengan baik hingga saat ini. Moh. Bakri menambahkan pengurus pura atau masjid harus membagi jalan menjadi dua untuk pengendara motor dan mobil saat memiliki acara besar. Hal itu dilakukan karena jalan tersebut sempit dan tidak boleh sembarangan parkir di area masjid atau pura.

Mengindari kemacetan, tentunya warga saling membantu mengurus parkir meskipun ada pecalang atau petugas masjid yang menjaga pada setiap area. Tidak hanya pura dan masjid yang ada di Jalan Pulau Selayar, tetapi ada wihara. “Pembangunan wihara sudah dilakukan sejak 57 tahun yang lalu, “ungkap A.A. Gede Ngurah. Wihara yang berada di Jalan Pulau Suraga itu banyak dikunjungi oleh umat Budha. Selain itu, terdapat juga perumahan kecil yang ditempati oleh umat Kristen dan Katolik. Semua umat beragama yang ada di Jalan Pulau Selayar hidup rukun, saling menghargai, dan saling menghormati satu sama lain. Dengan demikian, keragaman yang ada diantara umat beragama tetap menjadi warna sangat indah yang mewarnai Bumi Panji Sakti yang terbalut oleh kebhinekaan.

Seni Lukis

Pengertian Seni Lukis             Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa yang tercipta dari hasil imajinasi seniman yang die...